Sertifikat Kompetensi, Modal Wajib dalam AEC 2015

Indonesia yang akan memasuki pasar global ASEAN Economic Community pada akhir 2015, dihadapkan pada tantangan untuk penyediaan tenaga kerja kompeten yang memiliki sertifikasi profesi. Sesuai blueprint AEC 2015 yang memandatkan kawasan ASEAN akan menjadi kawasan bebas arus barang, bebas jasa, bebas investasi, bebas tenaga kerja, bebas arus permodalan, prioritas sektor terintegrasi, serta menjadi kawasan pengembangan sektor makanan, pertanian, dan kehutanan.

Mempersiapkan diri dalam kompetisi di kawasan ASEAN terutama dalam arus bebas perpindahan tenaga kerja, Indonesia dengan 40% penduduk ASEAN dengan jumlah tenaga kerja terbanyak memungkinkan untuk supply tenaga kerja di kawasan. “Agar dapat bersaing dan memenuhi tantangan AEC, tenaga kerja Indonesia wajib membekali diri dengan sertifikat kompetensi.” Demikian yang disampaikan Ralf Maier dari Federal Ministry of Education and Research Jerman. Berbicara dalam Seminar Kesetaraan Sertifikasi Kompetensi Indonesia-Jerman di Semarang pada 6 Januari 2014, Maier berpendapat migrasi tenaga kerja di kawasan ASEAN akan menguntungkan Indonesia karena akan meningkatkan pula keterampilan serta pengetahuan pekerja dalam negeri.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *