Salam Pembuka

Salam dari Jawa Tengah,

Sejak terbangunnya greget kebangsaan “Sumpah Pemuda” tahun 1928, perjuangan untuk membangun negara bangsa makin menggeliat dengan spektrum luas kepelosok tanah air terlebih sejak berkumandang “Indonesia Raya” sebagai semangat pendukung greget kebangsaan tersebut.

17 tahun kemudian greget tersebut makin mengkerucut sewaktu pemuda Soekarno tepat tanggal 1 Juni 1945 berpidato didepan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai tentang kesiapan bangsa Indonesia untuk bernegara dengan falsafah keramatnya “Pancasila”.

Setiap bulan Juni, masyarakat Indonesia diingatkan kembali kepada ruh yang mengayomi Negara khatulistiwa ini, yakni Pancasila sebagai salah satu tali bathin seluruh warga Indonesia. Di setiap butirnya, Pancasila telah menjadi penunjuk arah bagaimana Negara ini sebaiknya dijalankan, walaupun kenyataan yang ada masih terdapat beberapa elit bangsa ini yang kurang tanggap, tetapi secara aklamasi Pancasila telah diterima sebagai dasar falsafah negara, yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia bahwa mereka dipersatukan dalam kesamaan nasib, penderitaan serta “kodrat” bahwa mau tidak mau mereka harus bersatu dan menjadikan bangsa Indonesia suatu nation yang homogen.

Spirit awal lahirnya Pancasila seperti yang telah dirintis oleh para founding fathers dalam merajut nasioalisme keindonesiaan tentu mempertimbangkan pula akan kesamaan nasib warga negara. Tantangan yang ditawarkan founding fathers pada masa kelahiran Pancasila, hingga hari ini belum sepenuhnya mendapat jawaban dari segenap pemangku kepentingan untuk masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari ketidaksigapan bangsa ini menjawab pemerataan keadilan dan kesejateraan nasional, maupun tantangan global, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia agar memenangkan persaingan dalam bisnis internasional.

Ketidak siapan Indonesia dalam kancah global seperti yang tercermin pada data Badan Pusat Statistik, seperti contoh desakan pangsa pasar produk impor China di Indonesia hingga awal tahun 2010 telah mencapai 18,58%, sedangkan Indonesia sampai saat ini masih import sembilan bahan pokok Rp. 70 Triliun/th, padahal kalau pemerintah cukup sigap dan managemen birokrasi cukup memadai pembangunan potensi pertanian dapat menyerap tenaga kerja +4,5 juta orang untuk mengatasi 9 bahan pokok. juga dukungan ekonomi kerakyatan yang kurang tegas dalam sikap politik pemerintah menjadi keprihatinan kita bersama.

Belum lagi ASEAN Economic Community (AEC) dimana akan terjadi persaingan barang, jasa terutama SDM akan bersaing tidak lagi sesama warga negara, tetapi persaingan kerja akan berlaku bagi seluruh negara ASEAN, untuk itu sekali lagi teringat pesan Bung Karno + Tahun 1963 sebagai berikut : Apabila Pemimpin Bangsa ini tidak tanggap dan waspada, akan terjadi warga bangsa ini akan menjadi kuli di negaranya sendiri, dan tanda-tanda itu sudah terlihat dibeberapa sektor pekerjaan.

Tapi pesan founding fathers Pancasila dan semangatnya, hingga hari ini masih relevan untuk mengurai benang kusut dalam perjuangan penegakan kedaulatan bangsa di kancah nasional dan internasional. Tantangan Indonesia masa kini dapat diatasi dengan tetap berpegang pada apa yang telah ditanamkan Pancasila sebagai dasar negara. Jika seluruh pemangku kepentingan negara ini segera tergugah menyadari pentingnya ekonomi kerakyatan dan penyiapan SDM sebagai pilar utama untuk berdaulat dinegeri sendiri dan mampu menjawab serta memenangkan kompetisi bisnis global, maka posisi daya saing Indonesia tidak berlama-lama dalam urutan papan bawah bersama negara-negara berkembang yang lain dalam urutan konteks human development index.

Moment penting yang mengingatkan kita akan ruh perjuangan bangsa seperti peringatan lahirnya Pancasila, semoga mampu mengugah kesadaran akan urgensi peningkatan kompetensi SDM bangsa ini dalam membangun Human Capital, sehingga dengan jiwa semangat pancasila dalam falsafah ke Indonesiaan kita akan mampu menjawab tantangan global.

Hertoto Basuki

About

View all posts by

One thought on “Salam Pembuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *