Jawa Tengah akan mempunyai kurikulum pendidikan vokasi yang sinkron antara industri dan pendidikan

Selangkah lagi, Jawa Tengah akan mempunyai kurikulum pendidikan vokasi yang sinkron antara industri dan pendidikan. Di Semarang pada 14 Agustus 2014 berlangsung Working Group Sinkronisasi Kurikulum antara industri dan pendidikan untuk bidang perkayuan dan analis kesehatan. Ir Sumardi, team leader penyusunan kurikulum bidang perkayuan berharap kegiatan ini akan memberikan tambahan content yang relevan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Dikatakannya, pengalaman uji kompetensi LSP Furniko bidang perkayuan yang hanya menjaring 6 siswa kompeten untuk 104 peserta uji cukup membuat pihaknya prihatin. Working Group yang mempertemukan dunia pendidikan dan industri diharapkannya akan menambah content kurikulum hingga 30 persen.

Program Kerjasama IHK dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi dalam memfasilitasi uji coba sinkronisasi kurikulum antara dunia pendidikan dan industri diyakini akan meningkatkan mutu lulusan. Herlisa Anggraini dari Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah menyebutkan pihaknya terbantu dengan worksing group yang memungkinkan untuk meningkatkan kualitas lulusan kampusnya.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *