BKSP Jateng Siapkan SDM Standar Jerman


SEMARANG
 – Jerman dikenal sebagai salah satu negara penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) yang paling berkompeten dan berkualitas di Dunia. Untuk menyiapkan SDM dari dalam negeri dengan standar Jerman, Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah  menggandeng Industrie-und Handelskammer Trier (IHK) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jerman menggelar pelatihan bagi para pelatih yang berkompeten.

Kegiatan bertajuk ‘’ Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional – Kualifikasi Dasar (AdAIB)’’ itu digelar di Hotel Dafam Semarang mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Mei 2018. Komisi Kerja Sama dan Pemberdayaan BKSP Jateng, Yustina Erti menuturkan, BKSP memiliki visi menyiapkan SDM yang kompeten di wilayah Jateng.

‘’Untuk menghasilkan SDM berkualitas tentu dibutuhkan peran dari para pelatih magang. Harapannya calon pekerja memiliki pendamping di tempat kerja dengan mengadopsi modul dari Jerman,’’katanya.

Yustina menambahkan, tingkat pengangguran di Jerman juga relatif rendah. Dijelaskan, pelatihan ‘’Pelatih Tempat Kerja Internasional Kualifikasi Dasar Bersertifikat’’ itu diikuti 20 peserta dari sejumlah industri seperti tekstil, batik, kriya, kerajinan, serta unsur pendidikan, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sistem Ganda

”Yang dipelajari di sini adalah pendidikan sistem ganda yang diadopsi dari Jerman,” kata Yustina. Artinya, lanjut dia, menggabungkan materi dari instansi pendidikan dan industri.

Karena itu peserta pelatihan juga dari SMK dan Industri, sehingga terjadi keselarasan materi antara kedua belah pihak. Sementara itu, Andreas Gosche dari IHK Kadin Trier Jerman mengatakan, nantinya peserta pelatihan diajak untuk mempelajari sistem pelatihan yang sesuai standar Jerman. Peserta akan memahami pendidikan kejuruan sistem ganda dari Jerman di mana menggabungkan pola industri dengan institusi pendidikan.

”Tenaga kerja dari SMK misalnya diharapkan menjadi SDM yang berkualitas dan berkompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Apa yang industri mau, setidaknya sudah dipelajari dulu sejak SMK,” kata Gosche.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *