Apakah BUMN Siap Hadapi MEA 2015 ?

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi persaingan dalam MEA 2015. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan untuk menghadapi persaingan adalah dengan melakukan assesment direksi BUMN.

BUMN Watch, Naldy Nazar mengatakan, Kementerian BUMN bisa membentuk tim khusus bersama dengan dengan Tim Penilaian Akhir (TPA) untuk melakukan assesment direksi lama maupun direksi baru di suatu perusahaan BUMN. Kemudian penempatan direksi yang tepat, paham, dan berpengalaman juga perlu dilakukan agar BUMN siap hadapi MEA.

“Selama ini Kementerian BUMN mengandalkan perusahaan assesment lokal untuk pemilihan direksi,” ungkap Naldy.

Naldy menyebutkan, pemerintah dalam hal Kementerian BUMN harus melakukan assesment berskala global dalam pemilihan calon direksi. Hal ini perlu dilakukan agar direksi terpilih mampu membawa perusahaan menjadi go internasional, sehingga mampu menghadapi persaingan MEA.

Naldy mencontohkan, diangkatnya Dwi Sutjipto menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) merupakan proses assesment direksi yang tidak sesuai dengan penempatannya. Pasalnya, Dwi tidak memiliki pengalaman di dunia migas, sehingga perlu belajar dari awal lagi untuk memahami industri Migas.

Naldy menilai, seharusnya orang yang menjadi Dirut Pertamina adalah orang yang langsung mencari solusi dalam suatu masalah, bukan yang baru mempelajari dulu masalah kemudian mencari solusi. Ditambah lagi Dwi dituntut dalam waktu lima tahun bisa membawa Pertamina ke arah yang lebih baik.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Rini Soemarno mengakui, saat ini perusahaan BUMN belum sanggup untuk menghadapai MEA. Sebab, assesment para direksi baru berstandard lokal. Perusahaan BUMN siap menghadapi MEA apabila management BUMN sudah tertata dengan rapi.

Rini akan menerapkan assesment berskala global agar para direksi BUMN mampu berkompetisi secara global. Saat ini proses assesment para Direksi masih dibawah standar global. Oleh karena itu, kedepannya pengisian jabatan di perusahaan seperti Garuda Indonesia dan Semen Indonesia akan menggunakan assesment berstandar global.

“Saya dapat mengatakan, perusahaan BUMN belum sepenuhnya siap menghadapi MEA,” tutup Rini.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *